Kehilangan “sendok”

Pernah dengar lagunya bang Haji  dengan judul kehilangan tongkat??

Tongkat dalam versi bang Haji diartikan sebagai pegangan yang menuntun kita untuk tegak berdiri dan mantap untuk berjalan. Sehingga, orang yang kehilangan tongkat akan cenderung condong kanan-kiri dan mudah terpeleset, dalam artian orang ini akan mudah melakukan dosa dan salah. Namun jangan sampai kita kehilangan tongkat lebih dari sekali atau melakukan kesalahan yang sama. Itu kira2 sedikit yang ingin disampaikan bang Haji.

Berbeda dengan bang haji yang liriknya penuh makna, judul saya ini tidak menyiratkan makna apapun. Maknanya jelas dan tidak punya konotasi lain.

Kehilangan menurut KBBI artinya:

[n] hal hilangnya sesuatu; kematian; (2) v menderita sesuatu krn hilang

dan sendok adalah:

[n] alat yg digunakan sbg pengganti tangan dl mengambil sesuatu (spt nasi), bentuknya bulat, cekung, dan bertangkai (ada bermacam-macam, msl centong, sudip)

Kehilangan sendok, bukan merupakan sebuah kehilangan yang luar biasa, namun cukup merepotkan.

Pengalaman kehilangan pasti sedikit banyak pernah dialami oleh seseorang, siapapun itu. Ada yang hanya sekedar kehilangan uang, kehilangan pensil, kehilangan muka, dan kehilangan-kehilangan lainnya.

Kehilangan orang yang kita cintai, merupakan kehilangan yang menurut saya paling menyakitkan, karena adanya sesuatu yang terambil dari milik kita.

Kita mencintai sesuatu karena kita memilikinya dan pastinya kita akan selalu berusaha memiliki apa yang kita cintai.

Cinta dan memiliki tak bisa dipisahkan, namun ada pepatah yang menurutku aneh bin ajaib, yang berbunyi begini: Mencintai bukan berarti memiliki. Aaaaah… ni hanyalah perasaan frustasi dan cara untuk menghibur diri.

Kembali ke kehilangan “sendok”. Hari ini dan kemarin saya merasakan betapa pentingnya sebuah “sendok”. Hal yang sangat merepotkan sampai menjengkelkan akan muncul jika tidak ada yang namanya alat satu ini. Untuk membikin teh atau kopi saja kita harus cari barang subtitusi selain sendok. Kertas alternatifnya, meskipun mengasah tingkat kreatifitas kita, namun tetap saja kehilangan “sendok” itu merepotkan. Hehe……….. Itu inti dari tulisan saya ini.

Jadi, kalo kita kehilangan “sendok” saja sudah serba repot dan jengkel, apalagi barang berharga lainnya.

Maka jagalah baik2 sendok kita. Tempatkan pada tempatnya dan hargai fungsinya.

Begitu pula, dengan orang yang kita cintai. Jangan sampai kita menempatkan-nya pada tempat yang tidak semestinya, memperlakukannya secara semena-mena dan tidak menghargainya. Klo itu sampai terjadi, maka tunggulah, saat dimana kita akan merasakan sebuah kehilangan yang luar biasa.

Cintailah Milik Kita!!!

Milikilah Cinta Kita!!!

One response to this post.

  1. Posted by siardhi on November 6, 2010 at 5:38 am

    hahaha
    Tulisan asline kehilangan apa wes?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.