Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda: “Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah:
1. seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah
2. seorang penulis yang selalu memberi penawar
3. seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” (HR Thabrani)
Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah.
Ketika niat sudah mantap & tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan.
Dianjurkan, memulai lamaran dengan Basmalah & pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan Basmalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)” HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad. Setelah peminangan disampaikan, biarlah pihak wanita & wanita yang bersangkutan untuk mempertimbangkan. Sebagian memberikan jawaban segera, sebelum kaki bergeser dari tempat berpijaknya, sebab menikah mendekatkan kepada keselamatan akhirat, sedang calon yang datang sudah diketahui akhlaqnya, sebagian memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memberi kepastian apakah pinangan diterima atau ditolak, karena pernikahan bukan untuk sehari dua hari.
Apapun, serahkan kepada keluarga wanita untuk memutuskan. Mereka yang lebih tahu keputusan apa yang terbaik bagi anaknya. Anda harus husnudzan pada mereka. Bukankah ketika meminang wanita berarti anda mempercayai wanita yang diharapkan oleh anda beserta keluarganya.
Keputusan apapun yang mereka berikan, sepanjang didasarkan atas musyawarah yang lurus, akan baik dan Insya Allah memberi akibat yang baik bagi anda. Tidak kecewa orang yang istikharah & tidak merugi orang yang musyawarah. Maka apapun hasil musyawarah, sepanjang dilakukan dengan baik, akan membuahkan kebaikan. Sebuah keputusan tidak bisa disebut buruk atau negatif, jika memang didasarkan kepada musyawarah yang memenuhi syarat, hanya karena tidak memberi kesempatan kepada anda untuk menjadi anggota keluarga mereka. Jika niat anda memang untuk silaturrahim, bukankah masih tersedia banyak peluang untuk menyambung?
Anda telah meminangnya dengan Basmalah, anda telah dimampukan datang oleh Allah Yang Maha Besar. Dia-lah Yang Maha Lebih Besar. Semuanya kecil.
Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabbah tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan : “Jika pinangan kami anda terima, kami ucapkan Alhamdulillah. Dan kalau anda menolak, maka kami ucapkan Allahu Akbar.”

“Ketidak tahuan” bisa meloloskan kita dari semua hukum, itu yang terjadi dalam Islam. Tapi bagaimana kita bisa beralasan “tidak tahu”??? itu yang tidak masuk akal.

Belajar segala hal dizaman sekarang serba mudah, tak tertutup kemungkinan untuk belajar tentang agama Islam. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung telah banyak berbagai majlis di Indonesia yang didalamnya membahas dan mendalami Islam, dari Pondok Pesantren sampai kajian rutin singkat.

Bagi sobat, akhi, ukhti yang hari-harinya sudah padet untuk kerja atau aktifitas lain bisa gabung aja ngaji di website-website yang telah tersedia.

Pilih kajian yang sesuai dengan Ideology kalian semua, yang penting bisa menambah gairah untuk berjuang dan tentunya sesuai dengan “dunia” anda. Wah… kayak Mario Teguh ni….. wekekekkek ….. mirip lah???

Alternatif web kunjungi www.pesantrenvirtual.com

Selamat datang 1430 H dan 2009 M, banyak tindakan yang sudah dievaluasi dan banyak harapan serta target yang dicanangkan. Maklum saja, momen dua hari ini sering dijadikan sebagai tonggak pengobar semangat untuk hari-hari ke depan ditahun yang baru. Tahun Baru Semangat Baru, semualah yang Baru-Baru. Asal jangan Istri Baru, kasihan tu Istrinya, da yang kesindir ndak ya??? Heheehhehe….

Apapun selebrasi anda, dari menangis semalam, begadangan semalam, tidur semalam, atau yang biasa-biasa aja, yang penting minumnya tetep air putih, jangan yang aneh-aneh.

Selamat Tahun Baru.

Barokalloohu lii walakum.

Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…

Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan

Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
“Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain”
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih

Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu

Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara

Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!

Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!

Kaweruh jawa ibarate kayadene sumur kang tansah sinobo dening pangumboro, ora bakal asat senajan ditimbo lan di cidhuk deneng sopo wae. Kabeh bakal ono toyo wening sing mujarab, manfaat kanggo ngunjuk, reresik badan lan kekarepan urip liyane.

Ing wektu iki akeh bebrayan jawa kang katut keli ana ing jaman edan, sahinggo ndadeake prihatin kito kabeh. Akeh bebrayan jawa kang wes lali, kelangan obor lan ninggalke jawa-ne. Kamangko yen gelem ngugemi lan mersudi ngelmu jawa, migunani banget minongko lambaran urip ing jaman modern koyo wektu iki trep karo nut jaman kelakone.

RAOS lan BUDI tansaho direkso. Becik anggenipun tumindak, ngrekso dalem anggenipun bebrayan lan ampun gawe sengit tumraping sedoyo liyan.